Gue sih, sebagai orang awam yang mempunyai kadar kepasrahan dan keimanan jauuuh dibawah Teh Ninih, sebel juga ama si Aa', karena tanpa alasan yang kayaknya bisa diterima orang banyak, dia (menurut pendapat gue yang kurang iman ini) pengen cari penyegaran dengan istri baru, bahkan dari yang gue baca di satu tabloid, calon yang diajukan ke istri pertamanya sebenarnya gak cuma atu, ada yang gadis juga, n semuanya kira2 ada 5. Wadoh..
Gue malah sakit ati waktu liat Teh Ninih di tipi bilang bahwa dia pasrah, merela
kan suaminya dibagi ke orang lain, dan gue tambah panas, waktu si Puspo wardoyo yang suka bakar Wong Solo itu, ngomong dengan jumawanya, bahwa bahkan dia senang si Aa' mencontohkan poligami ke umat Islam dan si puspo ini juga bilang bahwa dia juga akan menyarankan anak2nya supaya melakukan Poligami juga kayak bapaknya dengan alasan bahwa kasian para wanita di dunia ini sebenarnya dah kekurangan pria.Gue jadi tambah sebel sama mereka - mereka yang dengan bangga beristri banyak, karena gue jadi berpikiran bahwa mereka itu pasti tambah merasa mendapat legitimasi mengkoleksi istri, dengan alasan beragam, alasan yang paling gue sebel adalah; daripada zina, huh, bukankah gak ada tingkatan daripada - daripadaan tentang dosa di sunnah rasul. Hingga kesan yang didapat dari alesan itu adalah, yaaah daripada zina,
nyakitin perasaan istri tua gue aja aah...Tapi dipikir - pikir lagi, yang mestinya yang disorot juga adalah istri - istri muda itu, yaitu kok mereka mau jadi madu, kok mereka tega menyakiti hati sesama wanita, kok mau ama pria beristri,dll
Maka, kayaknya dengan pemikiran gue yang seperti itu, kayaknya gue memang miskin iman, karena belum bisa menerima dengan lapang dada bahwa dalam Islam poligami tidak dilarang asal suami bisa berlaku adil dalam segalanya. Karena juga gue juga menyakini bahwa yang bisa berlaku adil didunia ini hanyalah ALLAH SWT dan rasulNYA.
Jadi, kalo misalnya suami gue mau cari cewe baru, gue mah mendingan sekal
ian jadi single fighter lagi aja, daripada jadi menghalang - halangi suami untuk berbuat bebas dengan istri baru, selain daripada jadi bagai memendam TNT dalam tubuh karena mendapati gue digilir suami sendiri, karena bukankah semua juga bakal berpulang kembali pada hikmah yang didapat sesudahnya pada masing2 individu, baik sebagai suami yang menduakan cinta, madu yang merebut cinta suami orang, ataupun istri yang belum cukup kokoh iman Islam untuk menerima kenyataan pait binti getir bahwa suaminya telah mendua jiwa dan raga. Tapi bagaimanapun atas semuanya, aduuh jangan ampeee deh!!