GuidePedia

0
Gue baru aja dapet pengalaman menegangkan, yaitu gue ampiiir aja keilangan anting yang laki gue kasih sebagai mas kawin kami dulu. Jadi lengkapnya gini ceritanya...

Dalam perjalanan naek motor, gue bermaksud memperbaiki jepitan rambut gue yang terasa menusuk ke telinga.Untuk memperbaiki jepitan itu gue melepaskan dulu tali pengikat masker yang gue pake, mungkin karena tali itu gue ikatkan melewati kuping, ketika gue melepaskannya, anting gue yang ternyata menyangkut di tali masker itu terasa ikut terlepas, klap, dalam sekejap tindikan di telinga gue terasa kosong lalu sedetik setelah gue merasa anting gue lepas, rasa panik ngerasukin perasaan gue sambil membayangkan alangkah sayangnya kalo barang berharga itu sampe hilang. Aduh , aduh, aduh...gitu gumaman gue dalam hati karena risau.

Setelah menenangkan diri sejenak ( untung gak kelamaan), gue minta dengan ati2 ke laki gue supaya balik lagi ke rute awal perjalanan kami , untuk mencari lagi dimana anting itu terlepas. Gue sempet takut untuk minta hal itu, jadinya ngerepotin siiih, kenapa bukan langsung pas ditempat aja gitu kan, tapi untung laki gue kooperatif, jadi dia bersedia untuk mengulang rute, tempat dimana gue merasakan anting itu terlepas.

Dengan perasaan campur- campur gak keruan gue menelusuri tiap titik lokasi kejadian sambil berharap, tu anting masih menunggu gue, alias belum ada yang mengambil alih kepemilikan. Cari...cari..cari..,gue terus bolak - balik nyari barang itu dengan teliti-setelitinya, sampai kerasanya orang - orang disekitar tempat itu mulai heran dan bertanya - tanya, melihat gue mondar - mandir.

Ketika gue akhirnya mulai pasrah karena hasil pencaharian gue nihil melulu, sesorang wanita penjaga kios rokok menyapaku dengan ramah, "Mbak, mbak yang antingnya tadi lepas ya?"Ups mendengar pertanyaan seperti itu, gue ngerasain tangan dan kaki gue yang mulai mendingin karena bingung terasa kembali menghangat, gue menjawab dengan antusias,"oh, iya mbak.."Segera dia mengambil anting itu yang rupanya tadi dia pungut dan mengembalikannya pada gue sambil nerangin," Tadi saya panggil - panggil mbaknya sudah jauh.."" Oh,iya, tadi saya gak denger mbak, motornya kenceng sih"jawab gue.

Dan akhirnya setelah banyak menghaturkan terima kasih pada kebaikan, kejujuran dan perhatian mbak penjaga kios rokok itu, gue pun kembali ke motor laki gue dengan hati yang kembali campur aduk, dimana kali ini adalah campuran rasa dari kagum pada kejujuran sang penjaga warung, senang, terharu dan lega. Alhamdulillah... ternyata gue masih berjodoh dengan anting2 pemberian laki gue itu, n mudah2an gak bakal ada kejadian lagi yang semodel itu alias semoga tegoran seperti ini membuat gue jadi lebih hati-hati, ya kannnn..Amiiin.

Post a Comment Blogger

Trimakasih ya udah komentar..jangan nyepam !

[Kesenengan][hot][recent][3]

 
Top